Translate to your languange




English

French

German

Spain

Italian

Dutch

Russian

Portuguese

Japanese

Korean

Arabic

Chinese Simplified


Kamis, 15 Desember 2011

Doa Anak berbakti kepada Orang tua

Assalamu'alaikum wr.wb


Ya Allah jadikanlah aku tunduk kepada orang tuaku
laksana tunduk dihadapan Penguasa,
dan berbakti orang mereka laksana ibu yang penyayang.
Jadikanlah ketaatanku dan baktiku kepada mereka lebih indah dimataku
dari pada tidur dikala mengantuk
dan lebih sejuk didadaku daripada meneguk air dikala dahaga.
sehingga keinginan mereka lebih kuutamakan daripada keinginanku
kudahulukan keridhoan mereka dari keridhoanku.




Ya Allah terhadap mereka rendahkanlah suaraku
indahkanlah tutur kataku, lunakkanlah hatiku
jadikanlah aku selalu menemani dan mengasihi mereka


Ya Allah berilah mereka balasan sebaik-baiknya
atas didikan mereka kepadaku
Berilah mereka balasan yang besar
atas kasih sayang yang mereka limpahkan atasku
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku
dimasa kecilku



Doa anak kepada ibu(2)doa anak kepada orang tua(1)Doa kepada orang tua(3)anak sayang orang tua
Continue Reading »

Jumat, 25 Maret 2011

Ringan dalam Lisan Berat dalam Timbangan


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua buah kalimat yang ringan di lisan namun berat di dalam timbangan, dan keduanya dicintai oleh ar-Rahman, yaitu ‘Subhanallahi wabihamdihi, subhanallahil ‘azhim’.” (HR. Bukhari [7573] dan Muslim [2694])
Syaikh al-Utsaimin rahimahullah menerangkan, “Kedua kalimat ini merupakan penyebab kecintaan Allah kepada seorang hamba.” Beliau juga berpesan, “Wahai hamba Allah, sering-seringlah mengucapkan dua kalimat ini. Ucapkanlah keduanya secara kontinyu, karena kedua kalimat ini berat di dalam timbangan (amal) dan dicintai oleh ar-Rahman, sedangkan keduanya sama sekali tidak merugikanmu sedikitpun sementara keduanya sangat ringan diucapkan oleh lisan, ‘Subhanallahi wabihamdih, subhanallahil ‘azhim’. Maka sudah semestinya setiap insan mengucapkan dzikir itu dan memperbanyaknya.” (Syarh Riyadh as-Shalihin, 3/446).
Di dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut Allah dengan nama-Nya ar-Rahman –Yang Maha pemurah-. Hikmahnya adalah –wallahu a’lam- karena untuk menunjukkan keluasan kasih sayang Allah ta’ala. Sebagai contohnya, di dalam hadits ini diberitakan bahwa Allah berkenan memberikan balasan pahala yang banyak walaupun amal yang dilakukan hanya sedikit (lihat Taudhih al-Ahkam, 4/883)
Subhanallahi Wabihamdih
Makna ucapan subhanallah –Maha suci Allah- adalah; anda menyucikan Allah ta’ala dari segala aib dan kekurangan dan anda menyatakan bahwa Allah Maha sempurna dari segala sisi. Hal itu diiringi dengan pujian kepada Allah –wabihamdih- yang menunjukkan kesempurnaan karunia dan kebaikan yang dilimpahkan-Nya kepada makhluk serta kesempurnaan hikmah dan ilmu-Nya (lihat Syarh Riyadh as-Shalihin li Ibni Utsaimin, 3/446)
Apabila telah terpatri dalam diri seorang hamba mengenai pengakuan dan keyakinan terhadap kesucian pada diri Allah dari segala kekurangan dan aib, maka secara otomatis akan terpatri pula di dalam jiwanya bahwa Allah adalah Sang pemilik berbagai kesempurnaan sehingga yakinlah dirinya bahwa Allah adalah Rabb bagi seluruh makhluk-Nya. Sedangkan keesaan Allah dalam hal rububiyah tersebut merupakan hujjah/argumen yang mewajibkan manusia untuk mentauhidkan Allah dalam hal ibadah –tauhid uluhiyah-. Dengan demikian maka kalimat ini mengandung penetapan kedua macam tauhid tersebut –rububiyah dan uluhiyah- (lihat Taudhih al-Ahkam, 4/885)
Makna pujian kepada Allah
Al-Hamdu atau pujian adalah sanjungan kepada Allah dikarenakan sifat-sifat-Nya yang sempurna, nikmat-nikmat-Nya yang melimpah ruah, kedermawanan-Nya kepada hamba-Nya, dan keelokan hikmah-Nya. Allah ta’ala memiliki nama, sifat dan perbuatan yang sempurna. Semua nama Allah adalah nama yang terindah dan mulia, tidak ada nama Allah yang tercela. Demikian pula dalam hal sifat-sifat-Nya tidak ada sifat yang tercela, bahkan sifat-sifat-Nya adalah sifat yang sempurna dari segala sisi. Perbuatan Allah juga senantiasa terpuji, karena perbuatan-Nya berkisar antara menegakkan keadilan dan memberikan keutamaan. Maka bagaimana pun keadaannya Allah senantiasa terpuji (lihatal-Qawa’id al-Fiqhiyah karya Syaikh as-Sa’di, hal. 7)
Syaikh al-Utsaimin rahimahullah berkata, “al-hamdu adalah mensifati sesuatu yang dipuji dengan sifat-sifat sempurna yang diiringi oleh kecintaan dan pengagungan -dari yang memuji-, kesempurnaan dalam hal dzat, sifat, dan perbuatan. Maka Allah itu Maha sempurna dalam hal dzat, sifat, maupun perbuatan-perbuatan-Nya.” (Tafsir Juz ‘Amma, hal. 10)
Subhanallahil ‘Azhim
Makna ucapan ini adalah tidak ada sesuatu yang lebih agung dan berkuasa melebihi kekuasaan Allah ta’ala dan tidak ada yang lebih tinggi kedudukannya daripada-Nya, tidak ada yang lebih dalam ilmunya daripada-Nya. Maka Allah ta’ala itu Maha agung dengan dzat dan sifat-sifat-Nya (lihat Syarh Riyadh as-Shalihin li Ibni Utsaimin, 3/446).
Hal itu menunjukkan keagungan, kemuliaan, dan kekuasaan Allah ta’ala, inilah sifat-sifat yang dimiliki oleh-Nya. Di dalam bacaan dzikir ini tergabung antara pujian dan pengagungan yang mengandung perasaan harap dan takut kepada Allah ta’ala (lihat Taudhih al-Ahkam, 4/884-885).
Continue Reading »

Selasa, 22 Maret 2011

Sejarah adzan dan adab dalam adzan

Assalamualaikum wr.wb



Apakah adzan itu?
Adzan  merupakan panggilan bagi umat Islam untuk memberitahu masuknya salat fardhu. Dikumandangkan oleh seorang muadzin setiap salat 5 waktu. Lafadz adzan terdiri dari 7 bagian:
1.    Allahu Akbar, Allahu Akbar (2 kali); artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar"
2.    Asyhadu alla ilaha illallah (2 kali) "Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan selain Allah"
3.   Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (2 kali) "Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah"
4.    Hayya 'alash sholah (2 kali) "Mari menunaikan salat"
5.    Hayya 'alal falah (2 kali) "Mari meraih kemenangan"
6.    Ashshalatu khairum minan naum (2 kali) "Shalat itu lebih baik daripada tidur" (hanya diucapkan dalam azan Subuh)
7.    Allahu Akbar, Allahu Akbar (1 kali) "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar"
8.    Lailaha ilallah (1 kali) "Tiada sesembahan selain Allah"
Sejarah adzan
            Alkisah pada saat Rasulullah menetap di Medinah, beliau membangun masjid dan melaksanakan shalat berjama’ah. Di masa itu kaum muslimin selalu mengintai dan mengira-ngira waktu shalat kemudian pergi ke masjid untuk mengikuti shalat berjama’ah. Tetapi masalah itu tidaklah mudah, maka ada yang kadang ketinggalan shalat berjama’ah atau terlambat karena kurang pandai memperkirakan waktu. Rasullullah berpikir serius tentang bagaimana cara mengumpulkan orang-orang untuk shalat berjama’ah? Orang-orang Islampun mulai memikirkan solusi praktis untuk mengatasi masalah ini. Ada yang mengusulkan kepada Nabi supaya beliau mengibarkan bendera ketika shalat tiba. Ketika orang-orang Islam melihat bendera itu, mereka menginformasikan kepada yang lain, sehingga mereka semua datang ke masjid. Akan tetapi nabi tidak tertarik dengan ide ini. Kelompok kedua mengusulkan agar mereka meniup terompet ketika waktu shalat tiba. Namun beliau tidak tertarik dengan ide ini. Dan beliau bersabd; “Itu adalah tradisi yahudi’.
Masalah itu tetap ada dan belum ada solusinya. Lalu Abdullah bin Zaid pulang ke rumah sambil memikirkan apa yang sedang dipikirkan oleh rasullullah. Kemudian tidur dan memikirkan masalah itu. Ternyata ia bermimpi melihat adzan. Keesokan harinya Abdullah bin Zaid menemui Rasulullah dan berkata: “ Ya Rasulullah, sesungguhnya semalam ada orang berbaju rangkap berwarna hijau berkeliling dan bertemu denganku sambil membawa lonceng. Lalu aku bertanya: “Hai Hamba Allah, apakah kamu menjual lonceng ini?” “Untuk apa?” katanya.  “Untuk memanggil orang-orang ke tempat shalat” jawabku. Lalu orang itu berkata: “Maukah aku tunjukkan padamu sesuatu yang lebih baik dari itu?”
“Apa itu” tanyaku. Ia menjawab”Kamu bisa mengucapkan: “Allahu Akbar Allahhu Akbar …. Sampai akhir Adzan.” Kemudian ia mundur jauh, lalu berkata: “Jika hendak menunaikan shalat, ucapkanlah: “Allahu Akbar Allahu Akbar…. Sampai akhir iqamat.” Kemudian Rasulullah bersabda :  “Itu adalah mimpi yang benar (hak), insya Allah. Berdirilah bersama Bilal dan bacalah apa yang kamu lihat di dalam mimpimu agar dikumandangkan olehnya. Karena suaranya lebih merdu daripada suaramu.”Kemudian Abdullah bin Zaid berdiri bersama Bilal dan menyampakan Adzan padanya, kemudian, Bilal mengumandangkannya. Sementara itu Umar bin Khathab yang sedang berada di rumah mendengar suara itu. Ia langsung keluar sambil menarik jubahnya dan berkata: ”Demi Tuhan Yang mengutusmu dengan Hak, ya Rasulullah, aku benar-benar melihat seperti yang ia lihat (di dalam mimpi). Lalu Rasulullah bersabda: ”Segala puji bagimu.”
Asal Muasal Iqamah
Setelah lelaki yang membawa lonceng itu melafalkan adzan, dia diam sejenak, lalu berkata: "Kau katakan jika salat akan didirikan:
§  Allahu Akbar, Allahu Akbar
§  Asyhadu alla ilaha illallah
§  Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah
§  Hayya 'alash sholah
§  Hayya 'alal falah
§  Qod qomatish sholah (2 kali), artinya "Salat akan didirikan"
§  Allahu Akbar, Allahu Akbar
§  La ilaha illallah
Begitu subuh, aku mendatangi Rasulullah SAW kemudian kuberitahu beliau apa yang kumimpikan. Beliaupun bersabda: "Sesungguhnya itu adalah mimpi yang benar, insya aAllah. Bangkitlah bersama Bilal dan ajarkanlah kepadanya apa yang kau mimpikan agar diadzankannya (diserukannya), karena sesungguhnya suaranya lebih lantang darimu." Ia berkata: Maka aku bangkit bersama Bilal, lalu aku ajarkan kepadanya dan dia yang berazan. Ia berkata: Hal tersebut terdengar oleh Umar bin al-Khaththab ketika dia berada di rumahnya. Kemudian dia keluar dengan selendangnya yang menjuntai. Dia berkata: "Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan benar, sungguh aku telah memimpikan apa yang dimimpikannya." Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Maka bagi Allah-lah segala puji."
HR Abu Dawud (499), at-Tirmidzi (189) secara ringkas tanpa cerita Abdullah bin Zaid tentang mimpinya, al-Bukhari dalam Khalq Af'al al-Ibad, ad-Darimi (1187), Ibnu Majah (706), Ibnu Jarud, ad-Daruquthni, al-Baihaqi, dan Ahmad (16043-redaksi di atas). At-Tirmidzi berkata: "Ini hadits hasan shahih". Juga dishahihkan oleh jamaah imam ahli hadits, seperti al-Bukhari, adz-Dzahabi, an-Nawawi, dan yang lainnya. Demikian diutarakan al-Albani dalam al-Irwa (246), Shahih Abu Dawud (512), dan Takhrij al-Misykah (I: 650).

                                                           
Adab dalam beradzan


Lalu bagaimanakah adab dalam beradzan?
Adapun adab melaksanakan azan menurut jumhur ulama ialah:
1.    muazin hendaknya tidak menerima upah dalam melakukan tugasnya;
2.    muazin harus suci dari hadas besar, hadas kecil, dan najis;
3.    muazin menghadap ke arah kiblat ketika mengumandangkan azan;
4.    ketika membaca hayya ‘ala as-salah muazin menghadapkan muka dan dadanya ke sebelah kanan dan ketika membaca hayya ‘ala al-falah menghadapkan muka dan dadanya ke sebelah kiri;
5.    muazin memasukkan dua anak jarinya ke dalam kedua telinganya;
6.    suara muazin hendaknya nyaring;
7.    muazin tidak boleh berbicara ketika mengumandangkan azan;
8.    orang-orang yang mendengar azan hendaklah menyahutnya secara perlahan dengan lafal-lafal yang diucapkan oleh muazin, kecuali pada kalimat hayya ‘ala as-salah dan hayya ‘ala al-falah yang keduanya disahut dengan la haula wa la quwwata illa bi Allah (tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah);
9.    setelah selesai azan, muazin dan yang mendengar azan hendaklah berdoa: Allahumma rabba hazihi ad-da’wah at-tammah wa as-salati al-qa’imah, ati Muhammadan al-wasilah wa al-fadilah wab’ashu maqaman mahmuda allazi wa’adtahu (Wahai Allah, Tuhan yang menguasai seruan yang sempurna ini, dan salat yang sedang didirikan, berikanlah kepada Muhammad karunia dan keutamaan serta kedudukan yang terpuji, yang telah Engkau janjikan untuknya [HR. Bukhari]). (KYP3095)

Manjawab Adzan

Kita sebagai umat muslim disunahkan untuk menjawab adzan
Apabila kita mendengar suara azan, kita disunnahkan untuk menjawab azan tersebut sebagaimana yang diucapkan oleh muazin, kecuali apabila muazin mengucapkan "Hayya alash shalah", "Hayya alal falah", dan "Ashshalatu khairum minan naum" {dalam azan Subuh).
Bila muazin mengucapkan "Hayya alash shalah" atau "Hayya alal falah", disunnahkan menjawabnya dengan lafazh "La haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhim" yang artinya "Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah".
Dan bila muazin mengucapkan "Ashshalatu khairum minan naum" dalam azan Subuh, disunnahkan menjawabnya dengan lafazh "Shadaqta wa bararta wa ana 'ala dzalika minasy syahidin" yang artinya "Benarlah engkau dan baguslah ucapanmu dan saya termasuk orang-orang yang menyaksikan kebenaran itu".
Sumber :

  1. http://pembelajarsmknikertosono.blogspot.com/2009/03/sejarah-adzan.html
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Azan
tag search : Sejarah adzan(2)Apa sejarah adzan(1)Sejarah adzan dalam islam(3)Sejarah iqamah(1)Asal muasal adzan(2)asal usul adzan(2)asal usul iqamah(1)Hukum menjawab adzan(1)cara menjawab adzan(2)apakah adzan itu(2)adzan(3)adab dalam beradzan(1)cara beradzan(2)cara menjawab adzan(1)tata cara beradzan(3)

Continue Reading »

Sabtu, 12 Maret 2011

ISLAM IS ALLAH’S RELIGION


ISLAM IS ALLAH’S RELIGION
This post to My all loving brothers in one faith. We have been being already that Islam is Allah’s religion. Islam is Allah's religion. It contains the code of life that Allah is the Lord of Universe, its contains code of life that Allah is the creator, so is the main purpose of his revelation is as a guidance for entire man kind. For proper reconstruction of life a man needs two kinds of things of namely the following :
  • Ø  Innumerable substances and resources to maintain life and fulfil the material need either of the individual or the society.
  • Ø  Knowledge as the principle of individual and social behaviour to maintain justice and tranguility in society and culture.

Allah to act as Lord all creations has both of these needs in full measure, and to cater the man’s material needs he has provided nature with all kinds of resources lie at the disposal of who can make use of them as he likes. To provide for his spiritual social and culture needs, He rised his prophet from human kind and revealed into him. The moral code of whic can guide man steps on the right path. Al-Qur’an is the final book of divine guidance revealed by Allah to the last prophet Muhammad SAW within the fasting month of ( Ramadhan )
Each and every word of him is from Allah the king, of kings, the king of all creations.
Dear reader my blog
love islam like you love your self. Do not ask what a given of islam for you but ask what you give to Islam. Do not just say that you love Islam prove your self that you Islam. Do not just Islam in your identification card card, prove that you're Islamic. way
  1. Believed in the heart
  2. In resume practicing
  3. Pronounced (creed)


                Al-Qur’an contains widest code of life which covers ( each and ) any aspect and phase of human life, this book of God lays down the best rules, relating to social life, commerce and economic. Penal laws and human conduct, the diction and style of the Qur’an are magnificent. and many more that I have not mentioned here
It is recitation strive the spirit and soars the imagination of even those who are not so well feeling the niceties of the arabic languange.
I do suppose, those all what can I convey on this post. Finally may Allah always grant us together his gift and reward.
ISLAM IS ALLAH’S RELIGION
Continue Reading »

Jumat, 11 Maret 2011

AL-QURAN AS A WAY OF LIFE


AL-QURAN AS A WAY OF LIFE
We can life on the earth succesfully after the efforts, we have done. It’s  too by whom wished to find the bright future after he endevour to gains his aim. You can choose what should you do with the trus ways that equal to the Islam teaching guidance..... But there are some various ways that you tought to choose the better one among the others, there are all according to your heart to select the good one. 
AL-QURAN AS A WAY OF LIFE
My respectfully brothers..........
Al-Qur’an holy book of ours had explained as much
Continue Reading »

Rabu, 09 Maret 2011

Mengapa hujan bukan membawa berkah tetapi malah membawa bencana?


Hujan adalah rahmat dari Allah swt. Karena seluruh kehidupan dibumi tergantung pada air. Tanpa air manusia tak kan bisa hidup. 70 % tubuh manusia terdiri dari air. Sebegitu dekat dan butuhnya kita terhadap air. Tapi mengapa sekarang hujan yang seharusnya bermanfaat bagi manusia malah membuat bencana bagi manusia. Banyak ilmu pengetahuan yang menjelaskan sebab terjadinya banjir di dunia ini. Yaitu ulah manusia yang tak bersahabat dengan alam. Yang seenaknya saja merusak alam bumi kita. Kalau kita tidak mau bersahabat dngan alam. Tentunya alam juga tak mau bersahabat dengan kita. Jika kita tidak ingin disakiti orang lain maka kita jangan menyakiti orang lain terlebih dahulu. Sama juga terhadap alam kita. Jika kita tidak ingin mendapatkan efek negatif dari alam maka jangan juga berbuat negatif terhadap alam. Banyak dari kita yang menyia-nyiakan air. Seolah air itu tidak akan habis. Padahal negara lain banyak saudara-saudara kita yang kekurangan air. Mengapa kita tidak memperhatikan hal itu. Jagalah bumi kita bersama.
Continue Reading »

Senin, 07 Maret 2011

ISLAM: download al-quran mp3

ISLAM: download al-quran mp3: "Download al-quran mp3 30 juz. Hidup akan lebih indah dan bermakna dengan mendengarkan dan membaca ayat-ayat Al-Quran silahkan download. d..."
Continue Reading »

Sabtu, 05 Maret 2011

download al-quran mp3

Download al-quran mp3 30 juz. Hidup akan lebih indah dan bermakna dengan mendengarkan dan membaca ayat-ayat Al-Quran silahkan download.



download mp3 Al-quran

Continue Reading »

Jumat, 04 Maret 2011

HIKMAH KEJUJURAN

  1.      Jujur adalah tindakan yang mulia.
  2.      Dengan jujur kita akan dipercaya orang lain. Jika ada orang yang memberi amanah    atau tugas kepaa kita, kalau kita jujur. Maka orang itu dengan rasa penuh percaya memberikan amanah atau tugas itu kepada kita.
  3.      Dengan bertindak maupun berkata jujur. Kita tidak akan membohongi diri sendiri maupun orang lain.
  4.      Dengan jujur hidup kia tidak akan terasa was-was. Karena tidak di tutupi oleh kebohongan.
  5.      Kalau kita pernah berbohong sekali, maka kita akan berbohong lagi untuk menutupi keBohongan sebelumnya.
  6.      Orang jujur lebih tinggi kehormatannya dibandingakan dengan orang yang tidak jujur atau berbohonG

Continue Reading »

Followers